Thank God, I am 50 & I feel great. I believe there are many great things still to come.
So here I’m very happy to announce my brand new book: “Lead to Bless Leader”.
My 50 Golden Years Celebration & New Book Soft-Launch on Thursday, May 21st, 2009 from 7 to 9 pm at Diamond Ballroom, Nikko Hotel, Jl. MH Thamrin 59, Jakarta.
“You can always find great ideas from the challenges you face today. It seems simple to many but special to someone who can turn it into gold .“
Waktu kecil ia sering dipanggil King, bukan Sodikin atau Mamang. King bukan panggilan lumrah, tapi sederhana dan mudah diingat. Bahkan kalau mau jujur, ia tak tahu artinya. Baru 46 tahun kemudian, banyak orang sadar, termasuk keluarganya di Tasikmalaya, bahwa si Engking kecil menjadi king yang sesungguhnya. Ia adalah raja udang di negeri ini yang volume kebutuhannya bisa membuat goyangan pasokan tingkat nasional.
“Take no thought for your life, what you shall eat or drink; nor yet for your body, what you shall put on. Is not the life more than meat, and the body than raiment?”
Hampir setiap kali melewati deretan toko penjual Japanese cookies di Bandara Narita, tangan selalu tak kuasa melawan dorongan mata. Setidaknya keluarlah dari dompet 3.000 yen untuk tiga bungkus kue yang sangat menawan. Sangat sayang untuk dikonsumsi dan lebih cocok dijadikan hiasan. Sesampainya di rumah, ada dorongan untuk mencicipi satu per satu. Sehari cukup satu. Yang lainnya dipandang dulu, lalu dikonsumsi pada hari kedua dan ketiga.
He who is greatest among you, let him be a s the youngest, and he who governs as he who serves.”
Makan malam kedua sudah kami santap. Yang pertama di rumah karena kebetulan kami menempuh penerbangan malam. Kedua, makan malam dalam penerbangan dari Jakarta ke Singapura. Ketika ditawarkan makan malam ketiga dalam penerbangan Singapura-Frankfurt, saya menolak memilih dari daftar menu yang ada. ”Saya minta instant noodle,” kata saya. Ms. Ng, begitu nama yang tertulis di dadanya, terhenyak sejenak. ”Minumannya setelah take off?” tanyanya lagi. ”Just water without ice,” saya menjawab dengan cepat.
Man should always try to do the best and let God do the rest.
Pada waktu kejayaannya, bangsa Mongol merupakan bangsa yang disegani setiap negara. Jenghis Khan dan Kubilai Khan adalah duo kaisar yang akrab di telinga kita. Dari sekolah dasar sampai lanjutan atas, kedigdayaan mereka selalu menjadi bagian dari sejarah Asia, khususnya Indonesia.
The end of a thing is better than the beginning thereof. The problem is no one knows when the end comes; we only know when to start and restart, even until the end of our time.
Memperkenalkan diri adalah hal lazim dalam pertemuan pertama dengan para peserta yang tidak kita kenal dan tidak mengenal kita. Ini mengikuti saran bijak “tak kenal maka tak sayang”. Agar dikenal dan disayang, perkenalan sering diisi dengan informasi tentang serangkaian prestasi dan kompetensi yang diharapkan bisa melekat di pikiran para peserta.
Trying to do more make you busy and to have more make you lousy but to be more make you easy.
Salah satu petuah sakti yang sering didengungkan atasan pada bawahan adalah ”Willingness to do more”. Artinya, mau kerja lebih banyak. Itu menyiratkan suatu tugas bahwa bawahan harus mau menerima pekerjaan bukan berpatokan pada deskripsi pekerjaan atau tolok ukur kinerja, melainkan pada kemauan untuk bekerja apa saja seperti yang diperintahkan atasan.
“A Smile is the simplest thing. Anyone can do it. Yet a smile is also one of the most profound things ever created. It’s the beginning and the end of what you and I need most in life. It’s the doorway to happiness.” (George Foreman)
Kita baru saja berkabung dengan wafatnya “The Smilling General”. Senyum khas mantan Presiden kita, Jenderal Besar Soeharto, tak akan mudah dilupakan oleh siapa pun yang pernah melihatnya.
Saya tak mungkin melupakan senyum khas mantan orang nomor satu di Republik ini di dalam berbagai kesempatan bersalaman dengan beliau. Entah tatkala saya sebagai mahasiswa peserta lomba karya inovatif produktif hampir 27 tahun silam, atau sebagai profesional yang sengaja mengikuti berbagai konferensi sekadar untuk bisa berjabat tangan dengan beliau. Apa pun acaranya, yang satu ini selalu ada: senyum khas yang penuh karisma.
Tahun 2007, Bursa Efek Jakarta (sebelum diubah menjadi Bursa Efek Indonesia) kembali mencatatkan rekor tertinggi. Bukan dalam lima-sepuluh tahun terakhir, melainkan sejak BEJ didirikan. Bahkan dengan kenaikan indeks yang luar biasa, BEJ dinobatkan sebagai salah satu bursa tebaik di dunia. Sebuah prestasi fantastis.
Seiring dengan pecahnya rekor indeks BEJ tahun lalu, pecah pula rekor pendapatan, keuntungan, nilai pasar, dan harga saham banyak perusahaan yang tergabung di bursa ini. Banyak sekali yang mengukir sejarah baru dengan double triple crown record sekaligus: rekor baru dari sisi double top line, yakni kenaikan pendapatan dan pangsa pasar; dari sisi double middle line yakni kenaikan margin keuntungan kotor dan biaya operasional; dan dari sisi double bottom line, yakni keuntungan setelah pajak dan nilai kapitalisasi pasar, yang keduanya akan dirasakan langsung oleh pemegang saham.
Atas, tengah dan bawah bersinar sekaligus, berarti memecahkan paradigma trade off yang selama ini menghantui pikiran para pemimpin, kalau pendapatan mau naik, pangsa pasar mau naik harus dikorbankan margin kotor.
Warta Ekonomi, 21 Januari 2008
Abraham Lincoln: Hampir semua orang dapat bertahan dalam kesulitan; untuk menguji seseorang, berikan kepadanya kekuasaan.
Banyak orang terperanjat tatkala rekan yang dikenalnya sejak kecil mendada “berubah” ketika sudah duduk di kursi tertinggi suatu organisasi. Berubah dalam arti sikap, perilaku, kebiasaan, sampai tatacara protokoler yang tidak biasa dilakukan. Padahal, celetuk yang lain, ketika jadi orang nomor dua, ia masih seperti kawan kita yang kita kenal dulu. Pola pikir dan sikapnya masih bersahaja. Komentar macam begini biasa kita dengar. Bahkan sering kita lihat tatkala seseorang dipromosikan menjadi orang nomor satu, sontak ia memperlihatkan sosok dirinya yang berbeda dengan yang selama ini diperlihatkan ketika menjadi orang kedua, ketiga, atau urutan berikutnya.